Ditahun itu pula aku bertemu dengan seseorang wanita yang sampai hari ini sangat aku rindukan. ya dia sangat berarti meski sudah berbulan-bulan kami lostcontat karena kesalahanku yang membuatnya kecewa sehingga dia memutuskan untuk pergi.
Alasanku membahas Game diawal karena disanalah kami berkenalan, dan dari Game itulah kami bisa jadi sangat dekat sampai pada akhirnya aku membuat dia kecewa dan pergi.
Dia wanita yang sangat menyukai hujan, dan anehnya ketika dia bilang "mau hujan nih" pasti 10 menit kemudian langsung turun hujan. Entahlah sampai hari ini itu jadi sebuah misteri.
Dia wanita yang sangat keras kepala, selalu menolak jika aku memintanya untuk memakai jas hujan dan selalu saja makan pedas padahal dia tau kalau dia itu ada riwayat penyakit Maag yang tiap kali kambuh bisa bikin kelojotan.
Dia selalu marah jika aku tidak mengkat telponnya dipagi hari, yaa aku memang susah untuk bangun pagi dan sialnya jam masuk kantor ditempat ku kerja itu pukul 07.30. Jadi dia selalu menelpon untuk membangunkan aku yang susah sekali bangun pagi.
Aku ingat waktu dia marah seharian penuh karena aku tidak menjawab telpon dan terlambat sampai kantor, wah dijutekin seharian sama dia itu sangatlah tidak enak sungguh. Tapi aku punya senjata rahasia,, jika dia sudah ngambek maka jurus utama itu membawakan dia makanan, atau mengajak dia ketoko makeup dijamin langsung senyum lagi dia.
Dia adalah seseorang patner makan, ya aku sangat suka makan,, aku bahkan dapat tempat-tempat makan enak yang terjangkau dijakarta dari dia,, dia tidak pernah minta makan ditempat yang mewah, tempat makan favorit kami itu tongseng mas mul dikalibata, pecel lele bu siti dicempaka putih, dan sate padang dipasar jatinegara. wah itu jadi tempat kami menghabiskan waktu sambil bercerita tentang masalah hari itu.
rasanya setiap hari menjadi kenangan yang indah, tapi sayangnya..
kami bukan pasangan kekasih, dan itulah yang menyebabkan saat ini kami berpisah.
banyak sekali permasalahan yang muncul karena status kami yang rancu.
ketika aku yakin dia memiliki perasaan yang sama seperti aku.
ketika aku yakin kami bisa dipersatukan semesta suatu hari nanti.
ketika aku yakin tentang semua itu,
ternyata kenyataan tidak sesuai harapan.

Comments
Post a Comment